Politik

Dibawah Kepemimpinan Bahlil Lahadalia Golkar Semakin Bobrok

Medan, Faktaonline.com – Partai Golkar semakin hancur dan babak belur selama di pimpin Bahlil Lahadalia yang selalu bersikap arogan, sombong dan kerap membuat keputusan yang menyakiti hati rakyat.

Perihal tersebut disampaikan Bagas Syahputra Harahap,SH, MH. (Poto sebelah kiri), Selaku Ketua Partai Golkar Kelurahan Kenangan Baru, Kabupaten Deli Serdang, Selasa 23 Desember 2025.

Lebih lanjut Bagas mengatakan dirinya, sebagai pengurus Golkar di tingkat Kelurahan yang selalu berhadapan langsung dengan masyarakat merasa sedih bahkan malu ketika mendengar ocehan masyarakat yg mengatakan Golkar kini bukan lagi partai pembela rakyat melainkan partai penghianat rakyat.

Golkar yang dulu lantang dan gagah selalu terdepan membela kepentingan rakyat, namun saat inI Partai Golkar ibarat kerbau tertusuk hidungnya.
Apa lagi melihat tindakan kasar Bahlil selaku Ketua Partai berlambang pohon beringin ini yang mencopot posisi Musa Rajekshah alias Ijeck sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut tanpa ada kesalahan sama sekali.

“Pencopotan tersebut terlihat jelas sarat kepentingan dimana Ijeck yang telah berhasil memenangkan Partai Golkar di Sumateta Utara dengan penambahan kursi DPRD disemua Kabupaten Kota se-Sumatera Utara, DPRD Sumut bahkan DPR RI, dan itu nyata” tutur Bagas.

Lebih lanjut Bagas menduga bahwa pemberhentian Ijeck merupakan cara busuk guna menghadapi Pilgubsu mendatang, Ijeck dengan Partai Golkarnya merupakan sosok yg kuat dan layak di calonkan sebagai Gubernur Sumut, namun ternyata ada kekuatan lain yg berambisi dan dengan segala cara merampasnya, salah satunya dengan mencopot Ijeck dari Kursi Ketua Golkar Sumut dengan alasan akan menarik Ijeck sebagai pengurus Golkar Pusat, kelihatannya baik namun ternyata licik dan ga beradab.

“Kami selaku kader Golkar di akar rumput jelas menolak keras tindakan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil yang menciptakan suasana hangat bahkan meresahkan bagi Kader Golkar di Sumut” tegas Bagas.

“Kami yang juga pernah ikut berjuang dalam memenangkan Partai Golkar merasa sangat kecewa, 10 tahun belakangan ini kami merasa Golkar tidak lagi punya wibawa dan harga diri sebagai Partai besar yg telah banyak melahirkan politikus Politikus sejati dinegri ini” tutup Bagas (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *